Kec. Girimaya
Kota Pangkalpinang - Kepulauan Bangka Belitung
| Hari ini | : | 43 |
| Kemarin | : | 69 |
| Total | : | 62.204 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 192.168.111.1 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
| Nama Kelurahan | : | Pasar Padi |
| Kode Kelurahan | : | 1971071001 |
| Kecamatan | : | Girimaya |
| Kode Kecamatan | : | 197107 |
| Kota | : | Pangkalpinang |
| Kode Kota | : | 1971 |
| Provinsi | : | Kepulauan Bangka Belitung |
| Kode Provinsi | : | 19 |
| Kode Pos | : | 33142 |
MAREO EBTANA, S.E
MAREO EBTANA, S.E
RIYANTO, S.AP
SEPTA PUTRI, S.S
YULIA
HENY SARTIKA
SHANNIA MAHARANI, S.Pd
ROZA MUSTIANA, S.Ikom
M. HASAN
ERWANSYAH
PERY
CANDRA SUTJINTO
EDI SALAM
SOBIRIN

Kel-pasarpadi@pangkalpinangkota.go.id
Layanan Pengaduan
Jl. Garut RT.005 RW.003, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Operator Kelurahan | 02 Mei 2025 | 8 Kali dibuka
Operator Kelurahan
02 Mei 2025
8 Kali dibuka
Literasi adalah kemampuan dasar membaca dan menulis, namun kini literasi mengalami perluasan makna menjadi kemampuan memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara cerdas dari berbagai sumber (teks, visual, digital) untuk berkomunikasi dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, mencakup berbagai jenis seperti literasi dasar, digital, sains, finansial, dan budaya.
Di Indonesia sendiri , tingkat literasi masyarakat masih sangat rendah, UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.
Kondisi kemampuan literasi siswa Indonesia berdasarkan riset yang dilakukan UNESCO pada 2022 menyatakan bahwa minat membaca di Indonesia masih berada pada peringkat ke-60 dari 70 negara. Posisi ini menyatakan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia semakin rendah. Hal tersebut sudah dibuktikan melalui berbagai survei internasional.
Sedangkat survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 menunjukkan bahwa hanya sekitar 10% penduduk Indonesia yang rajin membaca buku. Angka ini menunjukkan tingkat minat literasi yang rendah di kalangan masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat menjadi sebab rendahnya minat literasi di Indonesia.
Yang pertama adalah aksesibilitas. Terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber literasi seperti perpustakaan, buku, dan media cetak merupakan salah satu faktor utama. Di daerah pedesaan dan di kalangan masyarakat kurang mampu, sumber literasi seringkali sulit dijangkau. Yang kedua adalah tingkat kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan di Indonesia juga memengaruhi minat literasi. Ketidaksetaraan dalam pendidikan dan kurangnya fasilitas pendidikan yang memadai bisa membuat minat literasi berkurang.
Faktor berikutnya penggunaan Gadget. Faktanya 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget, atau urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika.
Ironisnya, meski minat baca buku rendah tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari. Tidak heran dalam hal kecerewetan di media sosial orang Indonesia berada di urutan ke 5 dunia. Juara deh. Jakarta lah kota paling cerewet di dunia maya karena sepanjang hari, aktivitas kicauan dari akun Twitter yang berdomisili di ibu kota Indonesia ini paling padat melebihi Tokyo dan New York. Laporan ini berdasarkan hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris.
Yang terakhir adalah budaya membaca itu sendiri. Budaya membaca di Indonesia yang kurang mendukung juga mempengaruhi minat literasi. Jika membaca buku tidak dianggap sebagai aktivitas yang penting atau prestisius, minat literasi akan menurun. Padahal, tingkat minat literasi bagi suatu bangsa sangat penting. Literasi adalah kunci untuk mengakses pengetahuan dan informasi. Dengan meningkatkan minat literasi, masyarakat dapat memperluas pengetahuan mereka, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, dan memperbaiki kualitas hidup mereka. Rajin membaca juga dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis seseorang.
Literasi berperan untuk mendukung individu berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Tingkat minat literasi yang tinggi akan memberikan masyarakat kemampuan untuk berkontribusi secara lebih aktif dan berdaya saing dalam berbagai aspek kehidupan. Dari sisi ekonomi, literasi berperan penting dalam pembangunan ekonomi. Masyarakat yang literat lebi mungkin memiliki peluang kerja yang lebih baik, dapat berwirausaha, dan berpartisipasi dalam ekonomi kreatif dan inovasi.
Tingkat minat literasi di Indonesia masih memiliki potensi untuk ditingkatkan. Penting bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan minat literasi. Langkah-langkah seperti meningkatkan aksesibilitas sumber literasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempromosikan budaya membaca yang positif dapat membantu meningkatkan minat literasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi individu dan bangsa secara keseluruhan. Dengan tingkat minat literasi yang lebih tinggi, Indonesia dapat meraih kemajuan yang lebih besar dalam berbagai bidang.

Pojok Literasi Di Kantor Lurah Pasar Padi
Sumber:
https://kallainstitute.ac.id/rendahnya-minat-literasi-di-indonesia/
MAREO EBTANA, S.E
MAREO EBTANA, S.E
RIYANTO, S.AP
SEPTA PUTRI, S.S
YULIA
HENY SARTIKA
SHANNIA MAHARANI, S.Pd
ROZA MUSTIANA, S.Ikom
M. HASAN
ERWANSYAH
PERY
CANDRA SUTJINTO
EDI SALAM
SOBIRIN
Jl. Garut RT.005 RW.003
Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - 33142
Email kel-pasarpadi@pangkalpinangkota.go.id
© 2026 - Kelurahan Pasar Padi, Pemerintah Kota Pangkalpinang
Dikembangkan oleh: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang
Kirim Komentar